Tebing

Artikel · 30 September 2026 · ±5 menit baca

Tebing Citatah 125: Tempat Latihan Legendaris Pemanjat Jawa Barat

Di tepi jalan raya Padalarang–Cianjur, deretan bukit kapur berdiri seperti benteng. Di salah satunya, Tebing Citatah 125, banyak pemanjat dari Bandung dan Jakarta belajar memanjat tebing alam untuk pertama kalinya.

Tiga tebing yang dinamai menurut tingginya

Kawasan Citatah berada di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, sekitar lima kilometer dari Padalarang. Pemanjat mengenal tiga tebing utamanya lewat angka yang kira-kira menunjukkan tingginya dalam meter:

Batu kapur dari dasar laut purba

Bukit-bukit Citatah adalah bagian dari kawasan karst Citatah–Rajamandala. Batu gampingnya, yang oleh ahli geologi dimasukkan ke Formasi Rajamandala, terbentuk dari terumbu dan endapan laut dangkal. Menurut Kementerian ESDM, gerak tektonik sekitar 30 sampai 20 juta tahun lalu mengangkat batuan dasar laut ini ke daratan dan melipatnya. Air hujan kemudian melarutkan batu kapur sedikit demi sedikit hingga terbentuk bukit-bukit karst yang terlihat sekarang.

Kawasan ini juga penting bagi ilmu pengetahuan. Tidak jauh dari tebing ada Gua Pawon, tempat ditemukannya sisa-sisa manusia prasejarah.

Ruang kelas para pemanjat

Citatah 125 mudah dicapai dari Bandung maupun Jakarta, sehingga sejak lama menjadi "ruang kelas" bagi klub pecinta alam, sekolah panjat, dan kelompok pemanjat. Jalurnya beragam, dari yang cocok untuk latihan dasar sampai jalur sulit, termasuk jalur panjang yang dipanjat dalam beberapa tahap (multi-pitch). Kawasan Citatah juga pernah menjadi lokasi kegiatan ketinggian lain seperti highline.

Terancam tambang kapur

Batu gamping Citatah juga bernilai ekonomi. Sudah puluhan tahun kawasan ini ditambang untuk kapur dan batu hias, dan sebagian bukit sudah rusak atau hilang. Pemerhati lingkungan dan komunitas pemanjat berulang kali menyuarakan perlunya melindungi tebing yang tersisa, karena kawasan karst tidak hanya penting untuk olahraga, tetapi juga menyimpan air, situs sejarah, dan ekosistem yang tidak tergantikan.

Tips bagi yang ingin berkunjung

Di dalam Tebing

Catatan keselamatan: artikel ini berisi informasi umum. Panjat tebing sungguhan memiliki risiko cedera. Belajarlah langsung bersama instruktur bersertifikat, pengelola dinding panjat, atau klub dan federasi setempat seperti FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia).

Baca juga